Posts

Dadali VTOL

Dalam artikel sebelumnya pernah dibahas mengenai jenis-jenis wahana Drone/UAV, salah satunya adalah Vertical Take Off Landing (VTOL). Seperti singkatannya, jenis wahana ini tegak lurus untuk persiapan terbang dan mendarat. Sedangkat saat terbang, wahana ini mirip dengan fixed wing biasa.Dadali VTOL ini dibuat karena memiliki keunggulan gabungan antara drone multirotor dengan Fixed wing. Drone Multirotor keunggulannya aman saat memulai penerbangan dan pada saat pendaratan. Sedangkan fixed wing keunggulannya adalah durasi terbang yang lebih lama dibanding drone multirotor.Dua keunggulan ini digabungkan sehingga tercipta sebuah wahana yang aman dan durasi (endurance) terbang cukup lama.
Keamanan pada saat memulai penerbangan dan pendaratan serta tidak diperlukannya area yang luas untuk melakukan hal tersebut merupakan keunggulan VTOL dibanding fixed wing biasa. Fixed wing memerlukan pelontar/lemparan untuk memulai misi penerbangan. Panjang landasan minimal 100 meter merupakan keharusan. Dadali VTOL cukup dengan 5 meter x 5 meter persegi sudah mampu terbang. Sedangkan Drone multirotor durasi (endurance) terbang sangat terbatas karena penggerak/baling-baling yang berkerja cukup banyak dan memerlukan daya yang besar. Sedangkan Dadali VTOL, seluruh baling-baling diperlukan hanya saat memulai misi penerbangan dan saat pendaratan. Pada saat terbang hanya 2 (dua) baling-baling yang berfungsi serta mode glider/melayang yang dapat menghemat energi/daya baterei.Keunggulan-keunggulan ini membuat Dadali VTOL sebagai pilihan utama dalam misi penerbangan UAV dalam proses pengambilan data pemetaan dengan foto udara.

Pelatihan Drone Mapping UPI

Dokumentasi pelatihan drone mapping dari PT. Zona Spasial untuk mahasiswa prodi SPIG, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, UPI. dilaksanakan selama 1 hari dengan materi pengenalan teknologi drone, perencanaan jalur terbang dan olahdata foto udara (23 Maret 2019).

Pelatihan Drone Mapping

Dokumentasi pelatihan drone mapping dari PT. Zona Spasial kerjasama dengan Ikatan Surveyor Indonesia komwil Jabar. dilaksanakan selama 2 hari dengan materi pengenalan teknologi drone, perencanaan jalur terbang dan olahdata foto udara (1-2 Maret 2019).

Survey Foto Udara UAV di Era Otomatisasi

Survey Foto Udara UAV di Era Otomatisasi

Industri kini telah masuk dalam era otomatisasi. Semua industri melakukan revolusi dalam hal business improvement process. Dalam hal survey dan pemetaan, penggunaan UAV / drone diadopsi untuk melakukan inspeksi dan monitoring aset perusahaan. Penggunaan drone tersebut merupakan salahsatu proses improvement karena drone dapat menghasilkan data foto udara yang dapat di cek secara berkala.

Industri drone komersial berada di titik puncak era baru otomatisasi. Penerbangan drone yang dilakukan secara otomatis bukanlah hal baru, namun dalam hal mengukur dan menganalisis data foto udara masih merupakan proses manual. Ketika industri drone semakin matang, maka otomatisasi akan diperlukan untuk memastikan hasil foto udara UAV yang konsisten dan akurat. Seperti halnya yang dilakukan PT Zona Spasial. dalam survey pemetaan, kami melakukan otomatisasi jalur terbang melalui Mission Planner. Namun untuk olahdata, masih diperlukan usaha manual untuk melakukannya.

Tim Pilot UAV Zona Spasial memantau pesawat UAV dalam proyek pemetaan

Apa yang Diperlukan untuk mengukur otomatisasi operasi Drone agar dapat bisa di-scalable?

Alur Kerja Berulang (Repeatable Workflows)

Bagi perusahaan mana pun yang mengembangkan software pemetaan drone, mereka harus mampu menghasilkan alur kerja yang dapat diulang yang mudah bagi para pekerja untuk berintegrasi ke dalam operasi sehari-hari mereka. Jika alur kerja tidak dapat direplikasi dengan mudah, akan lebih sulit untuk digunakan surveyor dan itu pasti tidak bisa skala.

Perangkat Keras dan Perangkat Lunak Handal

Setiap hasil olah data foto udara yang terukur harus dapat diandalkan. Perusahaan membutuhkan solusi yang dapat dipercaya setiap kali bekerja dan menyampaikan wawasan yang mereka andalkan untuk membuat keputusan bisnis yang lebih cerdas. Itulah mengapa keandalan teknologi diperlukan untuk memproses hasil foto udara UAV itu.

Hasil yang Konsisten

Konsistensi diperlukan jika perusahaan survey ingin menerapkan solusi drone dalam skala besar. Sayangnya, pengukuran dan analisis manual tidak hanya memakan waktu tetapi juga rentan terhadap kesalahan. Mesin dapat membantu. Itulah sebabnya otomatisasi dalam pengolahan survey pemetaan akan bergantung pada algoritma dan deep learning machine untuk mendorong hasil yang konsisten dan akurat setiap saat.

baca juga : Memilih Drone untuk Pemetaan


Machine Learning, Computer Vision, dan Artificial Intelligence di masa depan

Kehadiran Machine Learning dan AI dapat mempermudah masa depan industri Survey

Kunci untuk mengembangan dan skalabilitas (scalability) adalah otomatisasi. Tapi bagaimana Anda mengotomatiskan analisis data foto udara UAV? Disinilah machine learning dan kecerdasan buatan dapat berperan. Kita dapat mengajarkan mesin untuk mendeteksi pola dan objek, membuat pengukuran yang akurat, dan mengubah kumpulan data besar menjadi laporan yang mudah dicerna.

Telah banyak pembicaraan tentang teknologi ini di industri drone komersial, namun baru sebatas rumor. Mengapa demikian? sebagai industri baru, otomatisasi baru saja dimulai. Untuk memberikan solusi yang dipandu oleh AI (artificial intelligent) sejati dalam mengotomatisasi alur kerja, diperlukan banyak data.

Sekarang saatnya mengumpulkan data hasil survey pemetaan tersebut untuk bekerja untuk membangun solusi machine learning terdepan di industri untuk memecahkan tantangan dunia nyata yang dihadapi perusahaan saat mereka menempatkan drone untuk bekerja di lapangan setiap hari.


Sumber:

https://blog.dronedeploy.com/drones-in-the-age-of-automation-4e874c938ebc

Portfolio Items