Posts

Pelatihan dan Sumber Daya Manusia

PT Zona Spasial seringkali mengadakan pelatihan untuk survei dan pemetaan. Pelatihan ini meliputi pelatihan pemetaan dengan drone, pelatihan survei dengan laser scan maupun pelatihan untuk survei bathimetri (akan segera hadir). Hal ini disesuaikan dengan bidang bisnis yang ada di PT Zona Spasial. Pelatihan  ini ada yang bersifat internal maupun eksternal.

Pelatihan internal tentu saja untuk mengembangkan kapabilitas dari staf PT Zona Spasial. Untuk staf baru, tentu saja, pelatihan ini mandatory. Kemampuan staf baru harus disesuaikan dengan kebutuhan yang ada pada perusahaan. Sedangkan untuk staf lama, pelatihan ini untuk mengembangkan keahlian pada bidangnya maupun mempelajari lebih mendalam tentang bidang yang digelutinya. Pelatihan internal bisa berupa pelatihan peralatan, perangkat lunak maupun manajemen.

Pelatihan eksternal, beberapa kali juga kami selenggarakan. Pelatihan eksternal ini biasanya dilakukan dengan memberikan materi dasar pemetaan dengan drone/UAV, Laser Scan dan 3D Modeling serta pelatihan survei batimetri. Pelatihan ini ditujukan untuk peserta di luar staf PT Zona Spasial.

Sumber daya Manusia

Ketersediaan sumber daya manusia yang mempunyai kapabilitas yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan merupakan permasalahan yang ada sejak dulu. Keluar-masuknya personil dalam suatu perusahaan kadang menjadi masalah jika ada keterbatasan sumber daya. Apalagi perusahaan konsultan yang mengandalkan manusia sebagai aset terbesarnya.

Mengatasi hal tersebut, maka pelatihan secara berkala merupakan salah satu solusi, sehingga terjadi kesinambungan pengetahuan dan tidak ada “jomplangskill yang dimiliki. Pelatihan eksternal juga membantu menyelesaikan masalah jika suatu saat perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang terlatih pada waktu tertentu. Ketersediaan pasar tenaga kerja yang mumpuni (sesuai dengan bidangnya) akan sangat membantu dalam proses rekrutmen.

Sumber daya manusia yang terlatih dan mumpuni hanya bisa dicapai dengan pelatihan yang berkesinambungan. Pengetahuan tentang hardware, software serta manajemen terbaru harus selalu ditingkatkan. Dengan demikian maka masalah ketersediaan sumber daya manusia dapat teratasi.

 

LiDAR pada Pesawat Nirawak

Perkembangan dunia survey dengan drone saat ini sudah semakin maju. Jika pada era sebelumnya foto udara dengan drone/UAV ini menggunakan penerbangan secara manual, maka saat ini sudah bisa fully autopilot. Demikian juga sensor yang dibawa, baik sensor pengambilan data raster maupun sensor posisi.

Untuk positioning, jika dulu yang tersedia hanya GNSS biasa, saat ini sudah bisa menggunakan RTK. Sensor pengambilan data pun mengalami kemajuan, jika dulu hanya data raster berupa kamera foto, saat ini sudah tambahkan sensor LiDAR.

Kebutuhan akan ketelitian Digital Terrain Model (DTM) atau kontur yang dihasilkan oleh pemetaan dengan Drone/UAV yang mendasari adanya sensor LiDAR pada drone/UAV. Dengan sensor LiDAR ini maka diharapkan permasalahan ketelitian tersebut dapat diatasi. Keunggulan Sensor LiDAR akan menambah ketelitian DTM yang dihasilkan pada survey dengan menggunakan Drone/UAV.

Kemampuan LiDAR dalam menembus vegetasi yang rapat untuk mendapatkan ground merupakan kelebihan yang mampu meningkatkan akurasi DTM/Kontur. Jika menggunakan foto udara biasa, maka daerah dengan kanopi/tutupan yang padat (misalkan hutan) akan sulit didapatkan DTM/Kontur yang akurat. Daerah dengan tutupan yang padat akan dilakukan interpolasi jika menggunakan foto udara biasa. Interpolasi tentu saja sangat menyulitkan dan kurang akurat jika daerah tersebut sangat luas lingkupannya.

Penggabungan dua sensor pengambilan data yaitu kamera dan LiDAR akan membuat akurasi data semakin baik. Data LiDAR dilengkapi dengan coloring dari hasil kamera serta data kamera dengan posisi ground menggunakan data LiDAR merupakan kombinasi yang memperkuat akurasi hasil survei dengan wahana nirawak.

 

Desa dan Peta

Pembangunan harus dimulai dari desa. Tingkat urbanisasi yang semakin besar perlu upaya yang sungguh-sungguh dalam membangun desa. Urbanisasi tidak hanya menjadi masalah kota yang dituju (yang menyebabkan persaingan pencari kerja dan dampak sosial lainnya), tetapi juga menjadi masalah bagi desa yang ditinggalkan, yaitu kekurangan tenaga kerja.

Pembangunan desa tak bisa dipungkiri harus mampu menyerap tenaga kerja dan memakmurkan penduduk desa. Lalu apa yang diperlukan? Tentu saja perencanaan pembangunan yang bagus, yang sesuai dengan karakter serta potensi desa yang bersangkutan. Perencanaan tentu saja tidak luput dari peta. Perencanaan pembangunan tanpa peta, bagaimana bisa?

Berita tentang Peta Desa

Seperti dikatakan oleh Guru Besar Fakultas Geografi UGM, Prof. Dr. Aris Marfa’i bahwa ada enam urgensi pembuatan peta desa, yaitu untuk mengetahui posisi desa terhadap kawasan di sekitarnya, melihat potensi desa, menyelesaikan sengketa batas wilayah, inventarisasi aset desa dan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa, membantu perencanaan pembangunan infrastruktur desa, serta sebagai dasar informasi untuk integrasi spasial pembangunan wilayah. (https://ugm.ac.id/id/berita/11263-peta-desa-percepat-pembangunan-desa-dan-kawasan-pedesaan)

Demikian pentingnya peta bagi pembangunan desa, lalu apakah sudah terakomodasi dalam peraturan pemerintah. Sayangnya dalam Permendesa PDTT No 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2020, pengadaan peta desa untuk perencanaan tidak disebutkan.

Peta Desa Lembang yang dikerjakan oleh ITB

Peta Desa bukan hanya batas wilayah desa, melainkan juga peta yang mampu memuat apa saja yang ada di desa tersebut. Sumber daya alam, pariwisata, sumber daya manusia dan aset-aset desa yang lain. Dengan kelengkapan tersebut, maka peta desa dapat menjadi acuan yang lebih berdaya guna sebagai bahan perencanaan pembangunan desa. Dana desa akan lebih terserap sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh desa.

Kenapa Otomasi Menjadi Pilihan pada Alat Survei Geodesi?

Peralatan survei saat ini mengalami kemajuan yang pesat. Baik dari segi kapasitas maupun kapabilitas, mengalami peningkatan yang signifikan. Capturing data yang cepat dan detil merupakan pilihan yang tak bisa dipungkiri. Dengan kecepatan yang semakin bagus, maka efesiensi waktu dapat dilakukan. Demikian juga semakin detil dan akurat data yang didapat maka efektivitas kerja dapat meningkat.

Selain hal tersebut, hal lain yang dipandang sangat penting adalah safety. Keselamatan kerja pada saat survei merupakan hal yang utama. Prioritas yang harus dijunjung oleh perusahaan survei melakui HSE Statement.

Berbagai Alat Survey Otomasi

  • Alat survey darat

Beberapa alat survei darat yang sudah dapat melakukan survei secara otomatis, yang paling terkenal adalah Robotic Total Station. Penggunaan robotic TS ini jelas akan lebih efesien pada tenaga kerja. Hanya perlu surveyor yang mengoperasikan serta alat Robotic TS

Trimble S8 Robotic Total Station

Alat lain yang sudah melakukan otomasi adalah TLS (Terrestrial Laser Scan). Alat ini, dengan setting tertentu, akan melakukan pengambilan data secara otomatis ke lingkungan/area survei. Hanya perlu pemasangan target pada titik tertentu, dan alat akan otomatis meng-capture-nya.

Laser Scanner FARO

  • Alat Survey udara

Mungkin diantara alat survei yang mampu diotomasi, alat survey udaralah yang paling terkenal. Kita kenal sebagai drone atau UAV atau pesawat nirawak. Otomasi ini tidak hanya pada wahana pembawa alat survei, tetapi pada alat surveinya sendiri juga dilakukan otomasi.

Dadali VTOL

Alat survey udara yang utama adalah kamera dan penunjuk posisi (GNSS). Kedua alat pengambilan data tersebut sudah dapat diotomasi dalam pengambilan data. Pada kamera dapat disetting berdasarkan jarak serta berdasarkan waktu. Sedang pada GNSS, ada yang dinamakan RTK (Real Time Kinematik), yang berarti GNSS akan mencatat secara otomatis posisi alat survei pada setiap saat.

  • Alat survey perairan

Alat survei otomasi pada perairan ada dua jenis, yaitu under water dan permukaan (water surface). Yang sering digunakan dalam survei offshore biasanya adalah ROV (Remotely Operated Vehicle). ROV ini bekerja secara otomasi di bawah permukaan laut untuk melakukan survei maupun pengambilan video laut.

ROV H300-MK2

Alat yang bekerja pada permukaan (water surface) biasanya disebut USV (Unmanned Survey Vessel) atau ASV (Autonomous Survey Vessel). Artinya kendaraan air nirawak.   Penggunaan ASV ini hampir sama dengan UAV, hanya saja media surveinya adalah perairan. Peralatan yang dibawa pun mengalami otomasi, baik alat survei bathimetri maupun positioning.

AutoBoat ASV

Keunggulan Alat Survey Otomasi

Beberapa keunggulan alat survei otomasi diantaranya:

  • Kecepatan

Kecepatan pengambilan data merupakan hal yang krusial dalam proyek pengukuran. Dengan kecepatan yang lebih, maka penghematan anggaran akan tercapai.

  • Keakuratan dan presisi

Terhindarnya human error dapat dilakukan karena sangat minimnya kontak antara manusia dengan alat. Human error ini kadang agak susah diprediksi.

  • Safety

Minimnya keterlibatan manusia, maka akan meningkatkan safety/keamanan dalam pengambilan data. Resiko kecelakaan kerja akan dapat dikurangi.

Kecanggihan Pixhawk 3DR PX4

UAV (Autonomous Aerial Vehicle) dadali serta ASV (Autonomous Survey Vessel) Barelang yang dibuat oleh team PT Zona Spasial menggunakan fitur autonomous, yang berarti kedua wahana tersebut dapat beroperasi secara mandiri berdasarkan perintah yang telah diunggah pada autopilotnya. Dua macam wahana (udara dan air) dapat menggunakan satu jenis autopilot, yaitu pixhawk.

Keunggulan sistem Pixhawk seperti multithreading yang terintegrasi, sebuah area pemrograman seperti Unix/Linux, fungsi baru autopilot seperti Lua scripting pada misi dan jalur terbang, dan sebuah layer driver PX4 custom yang memastikan ketepatan waktu sepanjang keseluruhan proses. Kemampuan terbaru ini menegaskan bahwa tidak ada batasan untuk wahana (UAV/ASV) mandiri. Pixhawk juga memudahkan operator APM dan PX4 untuk transisi ke sistemnya, dan pada pengguna baru untuk bergabung dalam dunia wahana otonom yang menakjubkan!

Berikut ini adalah fitur yang ditawarkan oleh 3DR Pixhawk:

  • 32 bit ARM Cortex® terbaru Prosesor M4 menjalankan NuttX RTOS
  • Output 14 PWM/servo (8 dengan failsafe dan override manual, 6 bantuan, kompatibel dengan kekuatan yang tinggi)
  • Pilihan konektivitas yang banyak untuk peripherals tambahan (UART, I2C, CAN)
  • Sistem backup terintegrasi untuk recover selama penerbangan dan override manual dengan prosesor berdedikasi dan suplai daya yang berdiri sendiri
  • Sistem backup mengintegrasikan gabungan, menyediakan autopilot yang konsisten dan gabungan mode override manual
  • Input suplai tenaga yang berlebihan dan failover otomatis.
  • Tombol safety eksternal untuk aktivasi motor yang mudah
  • Indikator LED multi-warna
  • Indikator audio piezo dengan multi-nada dan kekuatan yang tinggi
  • Kartu Micro SD untuk penyimpanan yang lama dan rate tinggi.

Pertanian dengan Teknologi Drone

Pertanian Modern saat ini telah mengadopsi banyak teknologi yang bisa membantu dalam hal efektivitas dan efesiensi. Mekanisasi pertanian yang telah dimulai sejak lama. Pembibitan dengan bantuan teknologi dapat dilakukan pemilihan bibit yang meningkatkan hasil panen dan mempercepat waktu panen.

Teknologi pesawat nir awak (Drone/UAV) saat ini mulai dipakai sebagai pendamping teknologi-teknologi yang sudah ada sebelumnya. Pemanfaatan drone bagi pertanian ada beberapa hal antara lain:

  1. Pemetaan lahan
    Pemetaan lahan ini dilakukan oleh pemerintah maupun petani sendiri. Bagi pemerintah, pemetaan lahan pertanian dapat digunakan sebagai data prakiraan produksi pertanian. Data ini bisa dibagi-bagi menjadi data per jenis tanaman dan per wilayah. Prakiraan panen juga bisa dilakukan dengan menilik pada hasil pemotretan dengan pesawat nir awak. Sedangkan dari pihak petani bisa dilakukan pemotretan secara mandiri maupun berkelompok untuk melihat kesuburan maupun penyakit tanaman serta perkiraan waktu panen. Perkiraan penyakit maupun kesuburan tanaman serta masa panen dapat dilakukan dengan pengolahan rona pada area pertanian.
  2. Proses pemupukan dan penyemprotan pestisida
    Proses pemupukan (dengan pupuk cair) dan pemberian pestisida bagi tanaman merupakan hal yang selalu dilakukan untuk daya dukung tanaman supaya produksi meningkat. Pemupukan dengan menggunakan pesawat nir awak/UAV/Drone dapat membantu mempersingkat waktu serta efektif pada area tanam.
Optimalkan Proyek Survey Pemetaan dengan Drone

Optimalkan Proyek Survey Pemetaan dengan Drone

Ketika drone/ UAV komersial pertama kali diperkenalkan, industri survey pemetaan (geospasial) segera mengadopsinya. Drone dilengkapi dengan berbagai jenis sensor dan kamera, drone diubah menjadi perangkat pengumpul data terbang. Jelas bahwa drone dapat mengoptimalkan alur kerja, meningkatkan keselamatan, mengoptimalkan hasil proyek dan merealisasikan penghematan biaya yang cukup besar. Contoh berikut menunjukkan bagaimana perusahaan survey menggunakan drone dalam berbagai proyek yang menggunakan data geospasial.

Survey dan Pemetaan

Tim Zona Spasial memonitor pesawat UAV
Tim Zona Spasial memonitor pesawat UAV

UAV dapat meringankan pekerjaan proyek survey pemetaan terestrial secara signifikan, misalnya di daerah berbahaya dimana tanah longsor dan gempa bumi biasa terjadi. Contohnya adalah proyek pemetaan di Papua Nugini, yang dilakukan oleh Survey & Design, sebuah perusahaan survei di Queensland Utara, Australia. Dengan menggunakan UAV untuk survey situs topografi, tim dapat menghemat waktu dan meningkatkan keselamatan. Para surveyor tidak perlu memasuki area berisiko dan menempatkan peralatan survey di sana. Menggunakan sensor canggih, dengan akurasi data sama baiknya, drone dapat menggantikan metode survey tradisional.

Drone tentu saja telah mengubah industri survey pemetaan, penghematan biaya, efisiensi dan keuntungan keamanan. Perusahaan survey ingin meningkatkan efektifitas survey dengan drone, artinya berusaha melakukan survey dengan area lebih banyak namun dengan waktu yang lebih sedikit. Drone telah terbukti menjadi cara terbaik untuk melakukan survey lahan, namun perusahaan surveyor terlebih dahulu harus berinvestasi sebelum mereka dapat melihat manfaat finansial.

Misalnya, investasi dalam pelatihan untuk dapat mengoperasikan UAV, dan sistem UAV yang lengkap (bukan hanya drone, tetapi seluruh rangkaian perangkat keras dan perangkat lunak) yang menghasilkan data foto udara yang optimal. Riset dan pengembangan juga telah dilakukan oleh tim Zona Spasial. Tim engineer kami telah melakukan serangkaian riset untuk meningkatkan kapabilitas di bidang survey foto udara, hingga lahirlah pesawat rakitan kami, Dadali UAV.

baca juga : Lakukan Survey dan Pemetaan Lebih Cepat dengan UAV

Pertambangan

Drone untuk pertambangan

Selama bertahun-tahun, perusahaan survey pemetaan harus mengandalkan fotografi udara menggunakan airborne ketika memetakan tambang terbuka. Tetapi fotografi udara terbukti mahal, karena proyek pemetaan udara biasanya mencakup wilayah yang luas agar menguntungkan. Drone terbukti menjadi alternatif yang bagus untuk area pemetaan skala kecil seperti tambang terbuka. Selain itu, mereka dapat memetakan area yang tidak aman dan tidak dapat diakses oleh manusia

Hal yang sama dapat dilakukan untuk survey tanah di area tambang, seringkali penuh dengan resiko. Dengan menggunakan UAV yang dilengkapi dengan kamera udara, anda dapat menghindari resiko itu. Saat ini banyak perusahaan menawarkan hexacopter yang dapat terbang mandiri untuk menghasilkan produk data geospasial seperti orthophotos (gambar udara yang dikoreksi secara geometris), model 3D point cloud (set titik data di ruang angkasa, yang berisi koordinat x, y dan z) ). Terlepas dari tujuan pemetaan, pekerjaan yang sedang berlangsung di tambang terbuka dapat dipantau menggunakan UAV, misalnya stock pile, muck pile, pemantauan dan analisis aset, serta inspeksi pabrik, dan peralatan.

Pertanian

Drone untuk pertanian

Pertanian digital adalah pangsa pasar baru dimana teknologi drone semakin banyak diterapkan. Perusahaan software pemetaan mengembangkan fitur khusus drone dalam industi pertanian. Citra drone dan teknik fotogrametri dapat membantu petani mengelola dan memantau tanaman mereka. Misalnya, peta foto udara yang beresolusi tinggi dapat membantu petani untuk mencari tahu masalah tanaman, sedangkan peta indeks vegetasi membantu mereka memahami kondisi tanaman. Kita juga dapat menghitung jumlah tanaman dengan fitur tree counting. Model permukaan digital terperinci membantu petani untuk merencanakan irigasi, struktur lapangan untuk meminimalkan erosi tanah, dan dapat digunakan untuk memvalidasi klaim asuransi. Ini baru permulaan, aplikasi pertanian yang baru akan terus bermunculan dan dikembangkan. Salahsatu yang mungkin diterapkan adalah, memperkirakan pertumbuhan tanaman (forecasting) yang akan membantu memahami bagaimana tanaman berubah seiring waktu, sebagai hasil dari berbagai teknik pertanian.

Energi

Peta Area Mikrohidro

Inspeksi kabel listrik adalah kasus penggunaan survey pemetaan yang penting untuk drone. Industri energi telah berpaling dari penggunaan helikopter dan operasi darat, dengan memanfaatkan otomatisasi survey grid, untuk meningkatkan keselamatan, manajemen data, dan mengurangi dampak lingkungan. Delair-Tech, penyedia solusi drone end to end yang aktif di banyak industri yang berbeda, mengklaim bahwa drone menghemat 30 hingga 40 persen biaya proyek daripada menggunakan helikopter untuk pekerjaan inspeksi saluran listrik.

Konstruksi

Foto udara rel kereta

Area konstruksi dapat dikelola dan ditingkatkan dengan menggunakan drone. Keselamatan selalu menjadi masalah besar di area ini. Kabar baiknya adalah, survey menggunakan drone untuk melakukan pengukuran atau kegiatan lain dapat membantu menghindari korban. Kedua, karena tempat kerja cenderung berubah dengan cepat dari waktu ke waktu, drone dapat digunakan sebagai perangkat pemantauan dengan mengumpulkan data di sekitarnya. Model 3D yang didasarkan pada pengumpulan data berbasis drone, dapat secara akurat menampilkan pembaruan harian yang pada gilirannya dapat dibagikan di antara semua pemangku kepentingan, memberikan satu sumber data faktual. Hal ini pada saatnya membantu mengurangi risiko survey dan mengidentifikasi masalah sebelum timbul, serta menghindari kesalahan yang berbiaya mahal.

Distribusi dan Monetisasi Peta Drone

Foto udara perkotaan

Artikel ini membahas penggunaan drone dalam banyak industri, yang menunjukkan bagaimana proyek survey dan pemetaan dapat mengambil manfaat dari penggunaan drone. Sayangnya, proyek drone sebagian besar dilakukan sekali, dan data hanya digunakan oleh beberapa pemangku kepentingan. Apa yang akan terjadi jika kita memiliki peta di banyak lokasi survey namun tidak dimanfaatkan lebih lanjut? Ini merupakan sebuah peluang untuk memanfaatkan kembali peta yang kita dapatkan dan menjualnya kepada pihak lain yang membutuhkan. Jika suatu saat ada permintaan proyek dan ternyata kita sudah pernah memetakan lokasi tersebut? maka dengan mudah kita menjual peta hasil proyek sebelumnya untuk berbagai kepentingan.

untuk proyek survey pemetaan bagi perusahaan Anda, segera hubungi kami di info@zonaspasial.com atau WA 085794084844


Sumber :

https://medium.com/soar-earth/how-drones-can-optimize-surveying-and-mapping-projects-51dc88dbd4d0

Survey Foto Udara UAV di Era Otomatisasi

Survey Foto Udara UAV di Era Otomatisasi

Industri kini telah masuk dalam era otomatisasi. Semua industri melakukan revolusi dalam hal business improvement process. Dalam hal survey dan pemetaan, penggunaan UAV / drone diadopsi untuk melakukan inspeksi dan monitoring aset perusahaan. Penggunaan drone tersebut merupakan salahsatu proses improvement karena drone dapat menghasilkan data foto udara yang dapat di cek secara berkala.

Industri drone komersial berada di titik puncak era baru otomatisasi. Penerbangan drone yang dilakukan secara otomatis bukanlah hal baru, namun dalam hal mengukur dan menganalisis data foto udara masih merupakan proses manual. Ketika industri drone semakin matang, maka otomatisasi akan diperlukan untuk memastikan hasil foto udara UAV yang konsisten dan akurat. Seperti halnya yang dilakukan PT Zona Spasial. dalam survey pemetaan, kami melakukan otomatisasi jalur terbang melalui Mission Planner. Namun untuk olahdata, masih diperlukan usaha manual untuk melakukannya.

Tim Pilot UAV Zona Spasial memantau pesawat UAV dalam proyek pemetaan

Apa yang Diperlukan untuk mengukur otomatisasi operasi Drone agar dapat bisa di-scalable?

Alur Kerja Berulang (Repeatable Workflows)

Bagi perusahaan mana pun yang mengembangkan software pemetaan drone, mereka harus mampu menghasilkan alur kerja yang dapat diulang yang mudah bagi para pekerja untuk berintegrasi ke dalam operasi sehari-hari mereka. Jika alur kerja tidak dapat direplikasi dengan mudah, akan lebih sulit untuk digunakan surveyor dan itu pasti tidak bisa skala.

Perangkat Keras dan Perangkat Lunak Handal

Setiap hasil olah data foto udara yang terukur harus dapat diandalkan. Perusahaan membutuhkan solusi yang dapat dipercaya setiap kali bekerja dan menyampaikan wawasan yang mereka andalkan untuk membuat keputusan bisnis yang lebih cerdas. Itulah mengapa keandalan teknologi diperlukan untuk memproses hasil foto udara UAV itu.

Hasil yang Konsisten

Konsistensi diperlukan jika perusahaan survey ingin menerapkan solusi drone dalam skala besar. Sayangnya, pengukuran dan analisis manual tidak hanya memakan waktu tetapi juga rentan terhadap kesalahan. Mesin dapat membantu. Itulah sebabnya otomatisasi dalam pengolahan survey pemetaan akan bergantung pada algoritma dan deep learning machine untuk mendorong hasil yang konsisten dan akurat setiap saat.

baca juga : Memilih Drone untuk Pemetaan


Machine Learning, Computer Vision, dan Artificial Intelligence di masa depan

Kehadiran Machine Learning dan AI dapat mempermudah masa depan industri Survey

Kunci untuk mengembangan dan skalabilitas (scalability) adalah otomatisasi. Tapi bagaimana Anda mengotomatiskan analisis data foto udara UAV? Disinilah machine learning dan kecerdasan buatan dapat berperan. Kita dapat mengajarkan mesin untuk mendeteksi pola dan objek, membuat pengukuran yang akurat, dan mengubah kumpulan data besar menjadi laporan yang mudah dicerna.

Telah banyak pembicaraan tentang teknologi ini di industri drone komersial, namun baru sebatas rumor. Mengapa demikian? sebagai industri baru, otomatisasi baru saja dimulai. Untuk memberikan solusi yang dipandu oleh AI (artificial intelligent) sejati dalam mengotomatisasi alur kerja, diperlukan banyak data.

Sekarang saatnya mengumpulkan data hasil survey pemetaan tersebut untuk bekerja untuk membangun solusi machine learning terdepan di industri untuk memecahkan tantangan dunia nyata yang dihadapi perusahaan saat mereka menempatkan drone untuk bekerja di lapangan setiap hari.


Sumber:

https://blog.dronedeploy.com/drones-in-the-age-of-automation-4e874c938ebc

Memilih Drone Pemetaan untuk Perusahaan Anda

Memilih Drone untuk Pemetaan

Banyak perusahaan yang ingin melakukan pembelian drone untuk keperluan survey dan pemetaan. Drone memungkinkan perusahaan menangkap foto udara untuk menghasilkan peta akurat dan model 3D di sekitarnya. Dengan menganalisis peta, perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih cepat dan tepat yang meningkatkan efisiensi, meningkatkan keselamatan, dan efektifitas operasional. Dengan manfaat seperti ini, tidak mengherankan jika penggunaan drone meningkat di berbagai industri termasuk konstruksi, pertanian, survei, penambangan, dan banyak lagi.

Lalu pertanyaannya kemudian, drone seperti apa yang harus dibeli? Berikut ini beberapa pertimbangan yang dapat membantu sebelum melakukan pembelian. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan sesuai penggunaan tertentu, jadi penting untuk memahami perbedaan utama antara kedua jenis.

Perbandingan Drone Fixed Wings dan Multi-Rotor

Drone Multi-Rotor

Drone tipe Multi-Rotor

Pesawat multi-rotor adalah model drone yang paling umum digunakan untuk membuat peta dan model. Drone multi-rotor terdiri dari body utama dan beberapa rotor yang menggerakkan baling-baling untuk melakukan penerbangan dan manuver pesawat. Setelah di udara, drone multi-rotor menggunakan baling-baling untuk mengendalikan gerakan dengan memvariasikan kecepatan relatif masing-masing rotor untuk menghasilkan daya dorong. Ini menyajikan beberapa keuntungan ketika digunakan untuk pemetaan komersial.

Keuntungan

Kemampuan manuver yang lebih besar: pesawat multi-rotor dapat melakukan lepas landas dan pendaratan vertikal. Drone ini hanya membutuhkan sedikit ruang untuk terbang, dapat terbang dengan posisi hold, dan bermanuver juga berkeliling objek untuk pemeriksaan, pemetaan, dan pemodelan yang mudah.

Harga yang lebih rendah: drone multi-rotor dapat dibeli dengan harga yang lebih murah. Anda dapat membeli quadcopter profesional seharga 20 juta, sedangkan fixed wings drone dengan kualitas yang sama bisa berkali-kali lipat harganya.

Lebih kompak: drone multi-rotor tidak memerlukan sayap yang lebar, karena mereka menggunakan baling-baling untuk melakukan manuver. Drone ini dirancang untuk dilipat dan dikemas ke dalam kontainer yang lebih kecil. Membuatnya lebih mudah untuk diangkut.

Kemudahan penggunaan: drone multi-rotor lebih mudah diterbangkan oleh manusia dan autopilot. Cepat melakukan manuver, dan mampu membuat gerakan ke arah mana pun. Drone jenis ini bisa dipelajari lebih cepat. Selain itu, pada saat pendaratan, pilot lebih mudah mengendalikan drone karena ia dapat menstabilkan kondisi saat pendaratan dengan baling-balingnya.

Kapasitas muatan lebih banyak: drone multi-rotor umumnya bisa membawa lebih banyak beban karena desain mereka. Namun, ini akan membutuhkan drone yang lebih besar dan lebih mahal jika Anda ingin membawa muatan yang signifikan seperti DSLR besar atau rig kamera lainnya. Tak lupa, daya angkat rotor mesti ditingkatkan jika ingin mengangkat lebih banyak beban.

Kekurangan

Jangkauan lebih pendek: Satu batasan dari drone multi-rotor adalah jarak terbang pada kapasitas satu baterai. Kebanyakan drone multi-rotor dapat terbang hanya sekitar 30 menit sebelum kembali ke pangkalan untuk penggantian baterai. Anda dapat mengimbangi penurunan ini dengan membeli baterai tambahan.

Kurang stabil di angin: Aerodinamika pesawat multi-rotor membuatnya lebih rentan terhadap angin. Ini berarti anda harus berhati-hati dalam penggunaan di wilayah dengan angin kencang. Anda mungkin harus membeli kendaraan multi-rotor yang lebih berat, lebih stabil, dan lebih mahal.

baca juga : Prinsip Cara Kerja Sebuah UAV

Drone Fixed Wings

Drone tipe Fixed Wings

Drone fixed wings dirancang seperti jenis pesawat yang lebih konvensional, terlihat mirip dengan pesawat terbang pada umumnya. Memiliki body utama dan dua sayap dengan satu baling-baling. Setelah di udara, kedua sayap menghasilkan daya angkat yang mengkompensasi beratnya – memungkinkan pesawat untuk stabil dalam penerbangan. Jenis pesawat ini kurang umum dalam pemetaan drone diluar pertanian dan aplikasi minyak & gas.

Keuntungan

Rentang sayap yang signifikan: Pesawat fixed wings dapatterbang lebih lama daripada drone multi-rotor pada satu baterai tunggal. Ini idealuntuk memetakan area yang sangat besar atau linier karena drone ini dapatterbang tanpa harus sering mengganti baterai selama misi penerbangan.

Stabilitas yang lebih besar: Desain airframe sayap pesawat memberi stabilitas yang lebih besar dalam angin kencang dibandingkan drone multi-rotor. Ini penting untuk terbang di lingkungan yang terdapat angin kencang.

Aman saat fail safe: Jika drone ini kehilangan daya motor, secara teori ia dapat meluncur turun menggunakan daya aerodinamika sayapnya. Memberi kesempatan yang lebih baik untuk bertahan ketika jatuh.

Keuntungan penerbangan linear: drone fixed wings ideal untuk penerbangan jarak jauh, seperti inspeksi pipa. Namun, kemampuan ini saat ini terbatas pada persyaratan peraturan line-of-sight (LOS) di AS dan negara-negara lain dimana peraturan LOS telah diberlakukan.

Kekurangan

Memerlukan landasan untuk terbang: Pesawat fixed wings membutuhkan area lepas landas yang lebih besar dan zona pendaratan untuk penerbangan. Hal ini dapat membuatnya tidak cocok untuk beberapa kasus penggunaan. Ini juga memerlukan lebih banyak waktu untuk pengaturan, lepas landas, dan pendaratan.

Harga yang lebih tinggi: pesawat fixed wings cenderung lebih mahal daripada drone multi-rotor. Meskipun harga dapat berubah di masa depan, itu dapat memengaruhi budget perusahaan secara keseluruhan.

Menantang untuk terbang: Pesawat sayap tetap lebih sulit untuk terbang, baik untuk manusia dan kondisi autopilot, terutama dalam kondisi lapangan yang sukar. Beberapa pesawat dapat terbang dengan tolakan tangan, namun beberapa pesawat lainnya memerlukan slider untuk take off.

Kurang praktis: jangkauan jelajah yang tinggi dari drone fixed wings didapatkan dari bentuk aerodinamika pesawat, ini berarti drone lebih sulit untuk berkemas, dan membutuhkan perakitan sebelum penerbangan.

Kurang efisien untuk pemetaan area: Pesawat fixed wings kurang cocok untuk pemetaan area. Ini karena banyak corner diperlukan untuk menghasilkan pola grid dan mendapatkan overlay foto yang mencukupi dari area target. Drone fixed wings membutuhkan area yang lebih besar untuk berputar, dan tidak memiliki kemampuan manuver seperti drone multi-rotor.

Untuk mempermudah, kami menyiapkan tabel ringkasan ini sehingga Anda dapat membandingkan kedua jenis drone secara berdampingan.

Perbandingan antara Drone Fixed Wings dengan Multi-Rotor

Kesimpulan

Pada akhirnya, Anda harus memutuskan drone mana yang terbaik untuk kebutuhan perusahaan. Kami telah memberi Anda informasi dan alat untuk membuat keputusan berdasarkan informasi saat Anda memilih drone berikutnya untuk pemetaan.


Sumber:

https://blog.dronedeploy.com/choosing-the-right-mapping-drone-for-your-business-part-i-multi-rotor-vs-fixed-wing-aircraft-6ec2d02eff48

Jenis-jenis pesawat tanpa awak

Jenis-jenis Pesawat Tanpa Awak

UAV adalah salah satu jenis robot penjelajah udara tanpa awak. Karena tidak memiliki awak, UAV harus dikendalikan dari jarak jauh menggunakan remote control dari luar kendaraan atau biasa disebut Remotely Piloted Vehicle (RPV). Selain itu, UAV juga dapat bergerak secara otomatis berdasarkan program yang sudah ditanamkan pada sistem komputernya.

Pada saat ini UAV telah berkembang dengan sangat pesat dan digunakan dalam berbagai kebutuhan. Berikut ini merupakan beberapa contoh fungsi dari UAV:

  • Melakukan penginderaan jarak jauh, seperti memantau jaringan listrik, melakukan pemetaan suatu daerah, melihat keadaan geologi suatu daerah, dan memantau lahan pertanian.
  • Melakukan respons terhadap bencana yang terjadi, seperti melakukan pemantauan kerusakan akibat bencana banjir dan melakukan pemantauan kebakaran hutan.
  • Melakukan pengawasan hukum, seperti patroli keamanan suatu lokasi, pemantauan keadaan lalu lintas, patroli keadaan pesisir, kelautan, dan perbatasan.
  • Melakukan pencarian dan penyelamatan pada daerah yang sulit dijangkau.
  • Melakukan perjalanan transportasi, seperti membawa kargo kecil, kargo besar hingga mengangkut penumpang.
  • Menjadi alat penghubung komunikasi permanen ataupun sementara dan juga untuk menyalurkan siaran seperti siaran televisi danradio.
  • Membawa dan mengirimkan suatu muatan, seperti membawa air untuk memadamkan kebakaran atau membawakan zat kimia untuk merawat tanaman.
  • Melakukan pengambilan gambar untuk keperluan perfilman dan juga hiburan.

Agar dapat mengenal serta membedakan UAV yang ada saat ini, kita dapat melakukan pengelompokan ataupun klasifikasi terhadapnya. Sebenarnya terdapat banyak jenis pengelompokan UAV yang bisa digunakan, seperti pengelompokan berdasarkan kegunaan, berdasarkan motor penggerak, dan pengelompokan berdasarkan hal lainnya. Namun, yang paling sering digunakan dalam kajian ilmiah adalah pengelompokan berdasarkan bobot dari suatu UAV.

baca juga : Memilih Drone untuk Pemetaan

Jenis UAV Berdasarkan Berat

Parameter bobot dipilih sebagai parameter pengelompokkan karena terdapat banyak karakteristik performa suatu UAV yang berhubungan langsung dengan bobot dari UAV tersebut. Contohnya, besar gaya angkat dan gaya dorong yang dibutuhkan suatu UAV bergantung pada bobot UAV tersebut. Selain itu, bobot juga mempengaruhi lebar baling-baling yang digunakan, serta sumber energi yang dapat dipakai. Contohnya, UAV yang ringan biasanya akan menggunakan motor elektrik sebagai penggerak utamanya dan UAV dengan bobot sangat berat biasanya menggunakan turbo jet ataupun turbo fan.

UAV Super Heavy

Global Hawk

UAV super heavy adalah jenis robot penjelajah udara UAV yang memiliki berat diatas 2000Kg. Sebagai contoh UAV super heavy adalah Global Hawk.

UAV Heavy

A-160

UAV Heavy adalah jenis robot penjelajah udara dengan berat antara 200 – 2000 Kg. Salah satu contoh UAV heavy adalah A-160.

UAV Medium

Chyper

UAV medium adalah robot penjelajah udara yang memiliki berat pada range 50-200Kg. Contoh UAV jenis medium adalah UAV Chyper.

UAV Light

Neptune

UAV light merupakan robot penjelajah udara dengan bobot5-50Kg. Contoh UAV jenis medium adalah UAV Neptune.

UAV Micro

Dragon Eye

UAV micro adalah robot penjelajah udara yang ringan dan memiliki bobot kurang dari 5kg. Contoh UAV micro adalah UAV Dragon Eye.

Jenis UAV Berdasarkan Penggeraknya

Drone digerakkan oleh motor untuk bisa terbang dan manuver. Berdasarkan jenis penggeraknya, drone bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu Fixed Wing dan Rotary Wings Drone.

Fixed Wing

Drone tipe Fixed Wings

Drone jenis Fixed Wing ini menggunakan sayap untuk terbang, drone jenis Fixed Wing ini sendiri memiliki beberapa bentuk dan ukuran, bergantung pada kegunaannya masing masing. Drone jenis Fixed Wing ini bisa ditenagai Baterai dan bisa juga menggunakan Bahan Bakar.

Multirotor


Drone tipe Multirotor

Multirotor Drone adalah drone yang menggunakan baling-baling (Propellers) untuk terbang, drone jenis ini biasa dikenal dengan nama Multicopter atau Multirotor.

Untuk penamaannya disesuaikan dengan banyaknya motor atau baling-baling. Drone jenis ini biasanya ditenagai baterai, dan merupakan jenis drone terbanyak yang dijual di pasaran, harganya sendiri bervariasi, mulai dari ratusan ribu, sampai pada ratusan juta. Motor penggeraknya mulai dari single copter, doublecopter, tricopter, quadcopter dan lainnya.


Sumber:

http://zonaelektro.net/unmanned-aerial-vehicle-uav/

https://www.liupurnomo.com/mengenal-jenis-jenis-drone/

Portfolio Items