Dadali VTOL

Dalam artikel sebelumnya pernah dibahas mengenai jenis-jenis wahana Drone/UAV, salah satunya adalah Vertical Take Off Landing (VTOL). Seperti singkatannya, jenis wahana ini tegak lurus untuk persiapan terbang dan mendarat. Sedangkat saat terbang, wahana ini mirip dengan fixed wing biasa.Dadali VTOL ini dibuat karena memiliki keunggulan gabungan antara drone multirotor dengan Fixed wing. Drone Multirotor keunggulannya aman saat memulai penerbangan dan pada saat pendaratan. Sedangkan fixed wing keunggulannya adalah durasi terbang yang lebih lama dibanding drone multirotor.Dua keunggulan ini digabungkan sehingga tercipta sebuah wahana yang aman dan durasi (endurance) terbang cukup lama.
Keamanan pada saat memulai penerbangan dan pendaratan serta tidak diperlukannya area yang luas untuk melakukan hal tersebut merupakan keunggulan VTOL dibanding fixed wing biasa. Fixed wing memerlukan pelontar/lemparan untuk memulai misi penerbangan. Panjang landasan minimal 100 meter merupakan keharusan. Dadali VTOL cukup dengan 5 meter x 5 meter persegi sudah mampu terbang. Sedangkan Drone multirotor durasi (endurance) terbang sangat terbatas karena penggerak/baling-baling yang berkerja cukup banyak dan memerlukan daya yang besar. Sedangkan Dadali VTOL, seluruh baling-baling diperlukan hanya saat memulai misi penerbangan dan saat pendaratan. Pada saat terbang hanya 2 (dua) baling-baling yang berfungsi serta mode glider/melayang yang dapat menghemat energi/daya baterei.Keunggulan-keunggulan ini membuat Dadali VTOL sebagai pilihan utama dalam misi penerbangan UAV dalam proses pengambilan data pemetaan dengan foto udara.

Autonomous Survey Vessel (ASV) Bagian 1

Wahana/Boat

Proses penelitian dan pengembangan (R&D) untuk Autonomous Survey Vessel (ASV) ini telah memakan waktu yang lama. Hampir 1 (satu) tahun kami bekerja keras untuk mewujudkan sebuah wahana nir awak yang mampu melakukan survey hidrografi secara mandiri (autopilot). Manfaat dari wahana (boat) nirawak/autonomous ini diantaranya adalah pengurangan biaya survey (cost cutting) dan keselamatan kerja (Safetiness).Pekerjaan dimulai dengan mencari wahana yang sesuai (kami mengembangkan pertama untuk perairan darat (sungai, danau, waduk dll)). Wahana harus stabil jika perairan berombak dan mampu bermanuver dengan baik di area sempit.
Setelah mendalami wahana, maka kami memilih 2 (dua) buah wahana, yaitu wahana kecil (panjang 60 Cm) dan wahana berukuran besar (panjang 1.8 Meter). Masing-masing wahana tersebut untuk peruntukan yang berbeda berdasarkan area yang akan disurvey dan kondisi perairannya.Kedua wahana tersebut telah dilakukan test dan layak untuk melakukan pekerjaan suvey.Pada bagian kedua, kami akan mengulas tentang autopilot yang digunakan wahana (boat) Nir awak.

Kecanggihan Pixhawk 3DR PX4

UAV (Autonomous Aerial Vehicle) dadali serta ASV (Autonomous Survey Vessel) Barelang yang dibuat oleh team PT Zona Spasial menggunakan fitur autonomous, yang berarti kedua wahana tersebut dapat beroperasi secara mandiri berdasarkan perintah yang telah diunggah pada autopilotnya. Dua macam wahana (udara dan air) dapat menggunakan satu jenis autopilot, yaitu pixhawk.

Keunggulan sistem Pixhawk seperti multithreading yang terintegrasi, sebuah area pemrograman seperti Unix/Linux, fungsi baru autopilot seperti Lua scripting pada misi dan jalur terbang, dan sebuah layer driver PX4 custom yang memastikan ketepatan waktu sepanjang keseluruhan proses. Kemampuan terbaru ini menegaskan bahwa tidak ada batasan untuk wahana (UAV/ASV) mandiri. Pixhawk juga memudahkan operator APM dan PX4 untuk transisi ke sistemnya, dan pada pengguna baru untuk bergabung dalam dunia wahana otonom yang menakjubkan!

Berikut ini adalah fitur yang ditawarkan oleh 3DR Pixhawk:

  • 32 bit ARM Cortex® terbaru Prosesor M4 menjalankan NuttX RTOS
  • Output 14 PWM/servo (8 dengan failsafe dan override manual, 6 bantuan, kompatibel dengan kekuatan yang tinggi)
  • Pilihan konektivitas yang banyak untuk peripherals tambahan (UART, I2C, CAN)
  • Sistem backup terintegrasi untuk recover selama penerbangan dan override manual dengan prosesor berdedikasi dan suplai daya yang berdiri sendiri
  • Sistem backup mengintegrasikan gabungan, menyediakan autopilot yang konsisten dan gabungan mode override manual
  • Input suplai tenaga yang berlebihan dan failover otomatis.
  • Tombol safety eksternal untuk aktivasi motor yang mudah
  • Indikator LED multi-warna
  • Indikator audio piezo dengan multi-nada dan kekuatan yang tinggi
  • Kartu Micro SD untuk penyimpanan yang lama dan rate tinggi.

Teknologi Laser Scan dan 3D Modeling untuk Asset Management

Asset management adalah suatu proses sistematis yang bertujuan untuk mempertahankan, membaharukan, dan mengoperasikan aset secara hemat melalui akuisisi, penciptaan, operasi, pemeliharaan, rehabilitasi, dan penghapusan aset sehingga tujuan dapat tercapai secara efektif dan efisien.

Dengan bantuan teknologi laser scan dan 3D Modeling, manajemen aset dapat dilakukan dengan lebih baik. Kemampuan laser scan dalam mengcapture obyek secara teliti serta 3D model yang dilakukan secara detil akan membantu dalam proses manajemen aset. Manajemen aset untuk obyek-obyek vital akan teroganisir dan sangat membantu dalam pengambilan keputusan.

Laser scan dengan ketelitian sampai dengan 2 mm dan 3D model dengan ketelitian sampai dengan 5 mm akan menggambarkan obyek-obyek vital untuk kepentingan operasi dan pemeliharaan. Secara berkala, updating terhadap obyek-obyek dalam lingkup manajemen aset perlu diperbarui, sehingga memudahkan dalam daily operation & maintenance.

Pertanian dengan Teknologi Drone

Pertanian Modern saat ini telah mengadopsi banyak teknologi yang bisa membantu dalam hal efektivitas dan efesiensi. Mekanisasi pertanian yang telah dimulai sejak lama. Pembibitan dengan bantuan teknologi dapat dilakukan pemilihan bibit yang meningkatkan hasil panen dan mempercepat waktu panen.

Teknologi pesawat nir awak (Drone/UAV) saat ini mulai dipakai sebagai pendamping teknologi-teknologi yang sudah ada sebelumnya. Pemanfaatan drone bagi pertanian ada beberapa hal antara lain:

  1. Pemetaan lahan
    Pemetaan lahan ini dilakukan oleh pemerintah maupun petani sendiri. Bagi pemerintah, pemetaan lahan pertanian dapat digunakan sebagai data prakiraan produksi pertanian. Data ini bisa dibagi-bagi menjadi data per jenis tanaman dan per wilayah. Prakiraan panen juga bisa dilakukan dengan menilik pada hasil pemotretan dengan pesawat nir awak. Sedangkan dari pihak petani bisa dilakukan pemotretan secara mandiri maupun berkelompok untuk melihat kesuburan maupun penyakit tanaman serta perkiraan waktu panen. Perkiraan penyakit maupun kesuburan tanaman serta masa panen dapat dilakukan dengan pengolahan rona pada area pertanian.
  2. Proses pemupukan dan penyemprotan pestisida
    Proses pemupukan (dengan pupuk cair) dan pemberian pestisida bagi tanaman merupakan hal yang selalu dilakukan untuk daya dukung tanaman supaya produksi meningkat. Pemupukan dengan menggunakan pesawat nir awak/UAV/Drone dapat membantu mempersingkat waktu serta efektif pada area tanam.

Pengukuran Dasar Waduk dengan Single Beam Echosounder

Sedimen yang dibawa oleh sungai-sungai yang mengalir ke sebuah bendungan/waduk semakin lama akan membuat pengendapan dan mendangkalkan bendungan/waduk tersebut. Monitoring terhadap hal ini bisa dilakukan dengan berkala. Dangkalnya suatu bendungan/waduk tentu saja berpengaruh terhadap kapasitas/daya tampung air yang dibutuhkan.

Pengukuran berkala bisa dilakukan dengan memanfaatkan peralatan survey hidrografi. Pengukuran kedalaman dengan Single Beam Echosounder (SBES) sudah mencukupi untuk keperluan ini.

Peralatan yang dibutuhkan untuk mengukur dasar waduk antara lain:

  • Autonomous Survey Vessel (ASV) atau kapal tanpa awak/nirawak untuk wahana alat survey
  • Global Positioning System (GPS/GNSS), untuk melakukan pengukuran posisi kapal dan alat survey kedalaman
  • Single Beam Echosounder (SBES), alat yang memancarkan sonar suara yang digunakan untuk mengukur kedalaman
  • Autopilot, digunakan sebagai pemandu ASV dalam melakukan survey

Hasil akhir yang didapatkan adalah posisi horizontal (X dan Y) serta posisi kedalaman (Z). Berdasarkan hasil tersebut dapat digambarkan kontur kedalaman dasar waduk/bendungan.

Laser Scan & Modeling untuk refabrikasi

Dalam industri kadang dibutuhkan pembuatan ulang suatu barang yang kebutuhannya bersifat unik dan mempunyai ukuran tersendiri. Pembuatan kembali (refabrikasi) terhadap suatu barang membutuhkan ukuran detil barang tersebut. Jika tersedia gambar rencana maka hal tersebut dapat dilakukan segera, tetapi jika tidak tersedia maka perlu dilakukan poembuatan as built.

As built Drawing yang sesuai dengan ukuran sebenarnya membutuhkan pengukuran yang detil. Laser scan yang dilanjutkan dengan pembuatan 3D Model akan membantu dalam pembuatan as built drawing. Selanjutnya as built tersebut dapat digunakan sebagai bahan melakukan refabrikasi.

Tahapan dalam melakukan pengambilan data laser scan dan pengolahan 3D model:

  • Pengambilan data pointcloud dengan laser scan
  • Registrasi pointcloud dengan titik control (Sphere dan target)
  • Pembuatan model 3 dimensi (3D Model)
  • Pembuatan slicing gambar 2D untuk keperluan fabrikasi

Tahapan-tahapan dalam melakukan laser scanning dan pembuatan 3D model ini dilakukan dengan ketelitian yang maksimal. Ketelitian yang bisa didapat dari Laser Scan maksimal 2mm, sedangkan ketelitian modeling 3D sekitar 2-4 mm.

Setelah tahapan-tahapan dilakukan dan ketelitian yang diperoleh sesuai dengan yang diharapkan maka, proses re-fabrikasi bisa dilaksanakan.

Teknologi laser scan

Teknologi Laser Scan untuk Survey Engineering

3D Laser scan atau Pemindaian laser 3 Dimensi menggunakan teknologi berbasis LIDAR untuk secara akurat dan efisien menangkap data 3 dimensi dalam berbagai pengaturan, terlepas dari ukuran dan fitur permukaan. 3D Laser Scan dapat digunakan tanpa menyentuh secara fisik objek apa yang sedang diukur. pemindaian laser menciptakan catatan digital yang jelas dan akurat dari kondisi yang ada (as-built). Pemindaian menghasilkan jutaan titik pengukuran yang disebut “koordinat.” Bersama-sama titik membuat data mentah dalam bentuk “point cloud.” Setiap koordinat dalam point cloud berisi nilai x, y, dan z, yang juga dikenal sebagai (Northing (y), Easting (x), dan Elevation (z)). Dari detail titik-titik ini, kita bisa mendapatkan pengukuran yang tepat dari satu titik point cloud ke titik lainnya.

Apa fungsi 3D Laser Scan?

terestrial laser scan

3D Laser Scan dapat digunakan untuk menangkap informasi dan data dari objek untuk digunakan sebagai analisis teknis dan pemodelan ulang. Penggunaan umum laser scan ini adalah:

  • As-built survey, memotret realitas atau survei kondisi yang ada
  • Verifikasi konstruksi, sortasi, dan simulasi
  • Design engineering untuk peningkatan atau perluasan fasilitas
  • Prefabrikasi
  • Deteksi benturan / benjolan
  • Dokumentasi arsitektur atau pelestarian sejarah
  • Menghitung volume, analisis deformasi, dan biaya overhead
  • Desain dan konstruksi virtual
  • Pemindaian laser untuk koordinasi fasilitas
  • Mengumpulkan data geospasial

Keunggulan dari laser scan

proses akusisi data laser scan
proses akusisi data laser scan
  • Cepat. Laser scan dapat menangkap hingga jutaan titik data 3D per detik, memberikan detail yang sangat akurat dan kaya dari setiap aspek proyek Anda.
  • Akurat. Pengukuran yang diperoleh dengan pita pengukur atau handheld GPS dapat mengalami kesalahan. Pemindaian laser adalah bentuk pengukuran paling akurat yang ada, memberikan akurasi skala milimeter atau kurang.
  • Menjawab kebutuhan survey. Berapa kali Anda meninggalkan lokasi kerja dengan menyisakan beberapa pengukuran lagi? Pemindaian BIM 3D akan menangkap data tambahan, sehingga tidak perlu kembali ke proyek untuk mengambil data tambahan.
  • Keselamatan. Pemindaian 3D dapat memperoleh pengukuran di lokasi yang sulit dijangkau atau berbahaya sambil menjaga pekerja agar tidak berada di jalur yang berbahaya.

Bagaimana proses operasional laser scan? Secara umum langkah kerja yang dilakukan adalah sebagai berikut :

Pre-Survey

Sebelum survey, tim akan melakukan pekerjaan sebagai berikut :

  • Memastikan semua alat laser Scanner berfungsi normal dan lengkap dengan segala asesorisnya.
  • Memastikan semua battery dalam kondisi penuh siap digunakan.
  • Memastikan PC dan semua software yang dibutuhkan siap digunakan.
  • Membuat perencanaan survey.

Sebagai tambahan tim survey juga akan melakukan observasi lingkungan sebagai berikut :

  • Memastikan akses kerja
  • Memeriksa area ber-vibrasi tinggi
  • Memeriksa tingkat kebisingan
  • Memeriksa hambatan pada suhu tinggi
  • Area potensi berbahaya
  • Kondisi pencahayaan
  • Hal lain yang akan mengganggu aktivitas survey

Survey Control

Tim survey akan menetapkan titik kontrol di sekitar area pekerjaan dengan menggunakan metoda traverse. Pengukuran akan menggunakan alat Total Station. Titik kontrol ini akan terikat ke titik kontrol utama (BM) yang sudah ada di lokasi atau yang di tentukan client. Titik-titik kontrol tersebut akan ditandai dengan Checkerboard yang selanjutnya akan berfungsi sebagai target pengikatan antar posisi Laser Scan.

skema transverse method
skema transverse method

Akusisi Data

Secara umum proses survey Laser Scanning akan memakan waktu sekitar 10 menit untuk satu posisi scan, dengan resolusi sekitar 6 mm pada jarak 10m. Sebagai pengikatan antan scan akan disebarkan target Sphere dan Checkerboard di sekitar area pekerjaan.

3D Laser Scanner akan mengambil data pointcloud dan photo 360° horizontal dan 270° vertikal. Alat laser Scanner hanya bisa merekam objek yang terlihat, sementara untuk mendapatkan data dari objek yang terhalang, alat harus berpindah tempat. Semua Checkerboard harus teregistrasi dengan sistem koordinat. Minimal ada 4 target yang ter-scan sebagai target ikatan antar scan.

target dan sphere untuk akusisi data
target dan sphere untuk akusisi data

Data Processing

Processing akan dimulai dengan penggabungan semua posisi scan dengan target Sphere dan Checkerboard sebagai ikatan antar scan (registrasi). Setiap scan akan terikat dengan scan lainnya minimal pada 4 target dan semua target terikat pada titik kontrol. Aktivitas ini akan menggunakan software Faro Scene. Setelah semua scan terigistrasi dengan baik, selanjutnya akan di export ke software Cyclone untuk proses QC dan pembuatan model 3D.


sumber:
https://www.truepointscanning.com/what-is-3d-laser-scanning

Optimalkan Proyek Survey Pemetaan dengan Drone

Optimalkan Proyek Survey Pemetaan dengan Drone

Ketika drone/ UAV komersial pertama kali diperkenalkan, industri survey pemetaan (geospasial) segera mengadopsinya. Drone dilengkapi dengan berbagai jenis sensor dan kamera, drone diubah menjadi perangkat pengumpul data terbang. Jelas bahwa drone dapat mengoptimalkan alur kerja, meningkatkan keselamatan, mengoptimalkan hasil proyek dan merealisasikan penghematan biaya yang cukup besar. Contoh berikut menunjukkan bagaimana perusahaan survey menggunakan drone dalam berbagai proyek yang menggunakan data geospasial.

Survey dan Pemetaan

Tim Zona Spasial memonitor pesawat UAV
Tim Zona Spasial memonitor pesawat UAV

UAV dapat meringankan pekerjaan proyek survey pemetaan terestrial secara signifikan, misalnya di daerah berbahaya dimana tanah longsor dan gempa bumi biasa terjadi. Contohnya adalah proyek pemetaan di Papua Nugini, yang dilakukan oleh Survey & Design, sebuah perusahaan survei di Queensland Utara, Australia. Dengan menggunakan UAV untuk survey situs topografi, tim dapat menghemat waktu dan meningkatkan keselamatan. Para surveyor tidak perlu memasuki area berisiko dan menempatkan peralatan survey di sana. Menggunakan sensor canggih, dengan akurasi data sama baiknya, drone dapat menggantikan metode survey tradisional.

Drone tentu saja telah mengubah industri survey pemetaan, penghematan biaya, efisiensi dan keuntungan keamanan. Perusahaan survey ingin meningkatkan efektifitas survey dengan drone, artinya berusaha melakukan survey dengan area lebih banyak namun dengan waktu yang lebih sedikit. Drone telah terbukti menjadi cara terbaik untuk melakukan survey lahan, namun perusahaan surveyor terlebih dahulu harus berinvestasi sebelum mereka dapat melihat manfaat finansial.

Misalnya, investasi dalam pelatihan untuk dapat mengoperasikan UAV, dan sistem UAV yang lengkap (bukan hanya drone, tetapi seluruh rangkaian perangkat keras dan perangkat lunak) yang menghasilkan data foto udara yang optimal. Riset dan pengembangan juga telah dilakukan oleh tim Zona Spasial. Tim engineer kami telah melakukan serangkaian riset untuk meningkatkan kapabilitas di bidang survey foto udara, hingga lahirlah pesawat rakitan kami, Dadali UAV.

baca juga : Lakukan Survey dan Pemetaan Lebih Cepat dengan UAV

Pertambangan

Drone untuk pertambangan

Selama bertahun-tahun, perusahaan survey pemetaan harus mengandalkan fotografi udara menggunakan airborne ketika memetakan tambang terbuka. Tetapi fotografi udara terbukti mahal, karena proyek pemetaan udara biasanya mencakup wilayah yang luas agar menguntungkan. Drone terbukti menjadi alternatif yang bagus untuk area pemetaan skala kecil seperti tambang terbuka. Selain itu, mereka dapat memetakan area yang tidak aman dan tidak dapat diakses oleh manusia

Hal yang sama dapat dilakukan untuk survey tanah di area tambang, seringkali penuh dengan resiko. Dengan menggunakan UAV yang dilengkapi dengan kamera udara, anda dapat menghindari resiko itu. Saat ini banyak perusahaan menawarkan hexacopter yang dapat terbang mandiri untuk menghasilkan produk data geospasial seperti orthophotos (gambar udara yang dikoreksi secara geometris), model 3D point cloud (set titik data di ruang angkasa, yang berisi koordinat x, y dan z) ). Terlepas dari tujuan pemetaan, pekerjaan yang sedang berlangsung di tambang terbuka dapat dipantau menggunakan UAV, misalnya stock pile, muck pile, pemantauan dan analisis aset, serta inspeksi pabrik, dan peralatan.

Pertanian

Drone untuk pertanian

Pertanian digital adalah pangsa pasar baru dimana teknologi drone semakin banyak diterapkan. Perusahaan software pemetaan mengembangkan fitur khusus drone dalam industi pertanian. Citra drone dan teknik fotogrametri dapat membantu petani mengelola dan memantau tanaman mereka. Misalnya, peta foto udara yang beresolusi tinggi dapat membantu petani untuk mencari tahu masalah tanaman, sedangkan peta indeks vegetasi membantu mereka memahami kondisi tanaman. Kita juga dapat menghitung jumlah tanaman dengan fitur tree counting. Model permukaan digital terperinci membantu petani untuk merencanakan irigasi, struktur lapangan untuk meminimalkan erosi tanah, dan dapat digunakan untuk memvalidasi klaim asuransi. Ini baru permulaan, aplikasi pertanian yang baru akan terus bermunculan dan dikembangkan. Salahsatu yang mungkin diterapkan adalah, memperkirakan pertumbuhan tanaman (forecasting) yang akan membantu memahami bagaimana tanaman berubah seiring waktu, sebagai hasil dari berbagai teknik pertanian.

Energi

Peta Area Mikrohidro

Inspeksi kabel listrik adalah kasus penggunaan survey pemetaan yang penting untuk drone. Industri energi telah berpaling dari penggunaan helikopter dan operasi darat, dengan memanfaatkan otomatisasi survey grid, untuk meningkatkan keselamatan, manajemen data, dan mengurangi dampak lingkungan. Delair-Tech, penyedia solusi drone end to end yang aktif di banyak industri yang berbeda, mengklaim bahwa drone menghemat 30 hingga 40 persen biaya proyek daripada menggunakan helikopter untuk pekerjaan inspeksi saluran listrik.

Konstruksi

Foto udara rel kereta

Area konstruksi dapat dikelola dan ditingkatkan dengan menggunakan drone. Keselamatan selalu menjadi masalah besar di area ini. Kabar baiknya adalah, survey menggunakan drone untuk melakukan pengukuran atau kegiatan lain dapat membantu menghindari korban. Kedua, karena tempat kerja cenderung berubah dengan cepat dari waktu ke waktu, drone dapat digunakan sebagai perangkat pemantauan dengan mengumpulkan data di sekitarnya. Model 3D yang didasarkan pada pengumpulan data berbasis drone, dapat secara akurat menampilkan pembaruan harian yang pada gilirannya dapat dibagikan di antara semua pemangku kepentingan, memberikan satu sumber data faktual. Hal ini pada saatnya membantu mengurangi risiko survey dan mengidentifikasi masalah sebelum timbul, serta menghindari kesalahan yang berbiaya mahal.

Distribusi dan Monetisasi Peta Drone

Foto udara perkotaan

Artikel ini membahas penggunaan drone dalam banyak industri, yang menunjukkan bagaimana proyek survey dan pemetaan dapat mengambil manfaat dari penggunaan drone. Sayangnya, proyek drone sebagian besar dilakukan sekali, dan data hanya digunakan oleh beberapa pemangku kepentingan. Apa yang akan terjadi jika kita memiliki peta di banyak lokasi survey namun tidak dimanfaatkan lebih lanjut? Ini merupakan sebuah peluang untuk memanfaatkan kembali peta yang kita dapatkan dan menjualnya kepada pihak lain yang membutuhkan. Jika suatu saat ada permintaan proyek dan ternyata kita sudah pernah memetakan lokasi tersebut? maka dengan mudah kita menjual peta hasil proyek sebelumnya untuk berbagai kepentingan.

untuk proyek survey pemetaan bagi perusahaan Anda, segera hubungi kami di info@zonaspasial.com atau WA 085794084844


Sumber :

https://medium.com/soar-earth/how-drones-can-optimize-surveying-and-mapping-projects-51dc88dbd4d0

Survey Foto Udara UAV di Era Otomatisasi

Survey Foto Udara UAV di Era Otomatisasi

Industri kini telah masuk dalam era otomatisasi. Semua industri melakukan revolusi dalam hal business improvement process. Dalam hal survey dan pemetaan, penggunaan UAV / drone diadopsi untuk melakukan inspeksi dan monitoring aset perusahaan. Penggunaan drone tersebut merupakan salahsatu proses improvement karena drone dapat menghasilkan data foto udara yang dapat di cek secara berkala.

Industri drone komersial berada di titik puncak era baru otomatisasi. Penerbangan drone yang dilakukan secara otomatis bukanlah hal baru, namun dalam hal mengukur dan menganalisis data foto udara masih merupakan proses manual. Ketika industri drone semakin matang, maka otomatisasi akan diperlukan untuk memastikan hasil foto udara UAV yang konsisten dan akurat. Seperti halnya yang dilakukan PT Zona Spasial. dalam survey pemetaan, kami melakukan otomatisasi jalur terbang melalui Mission Planner. Namun untuk olahdata, masih diperlukan usaha manual untuk melakukannya.

Tim Pilot UAV Zona Spasial memantau pesawat UAV dalam proyek pemetaan

Apa yang Diperlukan untuk mengukur otomatisasi operasi Drone agar dapat bisa di-scalable?

Alur Kerja Berulang (Repeatable Workflows)

Bagi perusahaan mana pun yang mengembangkan software pemetaan drone, mereka harus mampu menghasilkan alur kerja yang dapat diulang yang mudah bagi para pekerja untuk berintegrasi ke dalam operasi sehari-hari mereka. Jika alur kerja tidak dapat direplikasi dengan mudah, akan lebih sulit untuk digunakan surveyor dan itu pasti tidak bisa skala.

Perangkat Keras dan Perangkat Lunak Handal

Setiap hasil olah data foto udara yang terukur harus dapat diandalkan. Perusahaan membutuhkan solusi yang dapat dipercaya setiap kali bekerja dan menyampaikan wawasan yang mereka andalkan untuk membuat keputusan bisnis yang lebih cerdas. Itulah mengapa keandalan teknologi diperlukan untuk memproses hasil foto udara UAV itu.

Hasil yang Konsisten

Konsistensi diperlukan jika perusahaan survey ingin menerapkan solusi drone dalam skala besar. Sayangnya, pengukuran dan analisis manual tidak hanya memakan waktu tetapi juga rentan terhadap kesalahan. Mesin dapat membantu. Itulah sebabnya otomatisasi dalam pengolahan survey pemetaan akan bergantung pada algoritma dan deep learning machine untuk mendorong hasil yang konsisten dan akurat setiap saat.

baca juga : Memilih Drone untuk Pemetaan


Machine Learning, Computer Vision, dan Artificial Intelligence di masa depan

Kehadiran Machine Learning dan AI dapat mempermudah masa depan industri Survey

Kunci untuk mengembangan dan skalabilitas (scalability) adalah otomatisasi. Tapi bagaimana Anda mengotomatiskan analisis data foto udara UAV? Disinilah machine learning dan kecerdasan buatan dapat berperan. Kita dapat mengajarkan mesin untuk mendeteksi pola dan objek, membuat pengukuran yang akurat, dan mengubah kumpulan data besar menjadi laporan yang mudah dicerna.

Telah banyak pembicaraan tentang teknologi ini di industri drone komersial, namun baru sebatas rumor. Mengapa demikian? sebagai industri baru, otomatisasi baru saja dimulai. Untuk memberikan solusi yang dipandu oleh AI (artificial intelligent) sejati dalam mengotomatisasi alur kerja, diperlukan banyak data.

Sekarang saatnya mengumpulkan data hasil survey pemetaan tersebut untuk bekerja untuk membangun solusi machine learning terdepan di industri untuk memecahkan tantangan dunia nyata yang dihadapi perusahaan saat mereka menempatkan drone untuk bekerja di lapangan setiap hari.


Sumber:

https://blog.dronedeploy.com/drones-in-the-age-of-automation-4e874c938ebc